Sponsors Link

6 Efek Rambut Bayi Tidak Dipotong yang Wajib Anda Ketahui

Salah satu tradisi turun- temurun di Indonesia yang tidak bisa dihindari yaitu memotong ataupun mencukur rambut bayi. Tradisi yang satu ini tentu tidak semata- mata hanya karena tradisi saja berbeda jika anda melihat cara menipiskan rambut dengan air panas, ada berbagai alasan mendasar mengapa anda harus melakukan tradisi memotong rambut bayi. Bayi yang baru lahir tentu memiliki berbagai jenis rambut yang berbeda, tidak hanya pada tekstur tetapi juga warna rambut.

ads

Beberapa bayi terlahir dengan rambut lurus yang tipis dan halus, beberapa lagi ada bayi yang terlahir dengan rambut sedikit keriting, kaku dan tipis. Tentunya perbedaan ini terjadi secara genetik. Ada beberapa orang yang menganggap rambut merupakan hal terpenting saat bayi lahir. Untuk mendapatkan rambut yang kuat anda juga bisa membaca cara mengikat rambut untuk wajah bulat, halus dan tebal maka banyak orang melakukan tradisi potong rambut bayi.

Manfaat Memotong Rambut Bayi

Secara adat sendiri tradisi potong rambut dilakukan untuk mencegah serta menjaga bayi dari berbagai hal negatif seperti agar bayi dijauhkan dari sakit, hingga nasib sial. Dengan dilakukannya tradisi tersebut anda juga bisa melihat cara melebatkan rambut dengan minyak kelapa, maka diharapkan bayi dapat menjalani kehidupannya dengan baik dan selalu diberkati sehingga tidak akan bernasib sial ketika dewasa. Namun, seiring berkembangnya wawasan dan teknologi saat ini banyak sekali orang cenderung melakukan potong rambut bayi bukan karena tradisi.

Banyak sekali orang melakukan potong rambut bayi karena medis, ada beberapa alasan medis mengenai wajibnya rambut bayi dipotong secara berkala. Karena ini pula banyak sekali salon ataupun klinik yang menyediakan treatment khusus bagi anda yang ingin mencukur atau sekedar memotong rambut bayi anda. secara medis, adapun manfaat dari memotong rambut bayi secara berkala.

  • Membersihkan Zat Sisa dari Rahim Ibu
  • Mengatasi Gerah
  • Memudahkan Perawatan
  • Menguatkan Akar Rambut
  • Melebatkan Rambut

Efek Rambut Bayi Tidak Dipotong

Dengan banyaknya manfaat dari memotong rambut bayi di atas, pastikan untuk anda yang memiliki bayi dan baru lahir untuk memotong rambutnya. Anda baru bisa memotong rambut bayi saat bayi sudah berusia 40 hari setelah lahir. Selain manfaat anda juga bisa membaca cara menyuburkan rambut dengan seledri, ternyata adapun efek yang bisa timbul jika anda tidak melakukan pemotongan rambut bayi.

  1. Penumpukan Lemak di Kepala

Bayi yang baru lahir memang seharusnya di potong rambutnya setelah berumur 40 hari. Jika rambut bayi dibiarkan begitu saja selama 40 hari apalagi lebih, ini tidak baik khususnya bagi kulit kepalanya. Hal ini dapat menimbulkan adanya noda berupa sisik berlemak yang diakibatkan oleh peningkatan dari aktivitas kelenjar sebasea. Selain itu penumpukan lemak yang menebal juga diakibatkan oleh hormone androgen pada ibu hamil. Itulah alasan mengapa anda harus memotong rambut bayi.

  1. Rambut Mudah Patah

Selain menimbulkan penumpukan lemak pada kulit kepala bayi, adapun efek dari tidak memotong rambut bayi secara berkala. Salah satu efek samping yang dapat terjadi yaitu rambut yang mudah patah bahkan rontok saat disisir. Seperti yang kita tahu anda juga bisa melihat cara melebatkan rambut dengan santan, rambut bayi cenderung halus dan lembut walau beberapa ada yang sedikit kaku. Untuk memperkuat akar rambut bayi dan meregenerasi kembali pertumbuhan rambut maka anda bisa memotong rambut bayi anda.

Sponsors Link

  1. Bayi Mudah Gerah

Tak jarang bayi mudah sekali menangis dan bisa jadi salah satu penyebab dari ia menangis yaitu merasa gerah, apalagi saat cuaca sedang panas- panasnya. Seperti yang kita tahu juga bahwa kelenjar keringat pada bayi mampu menghasilkan banyak sekali keringat, apalagi di bagian kepala. Jika anda tidak memotong rambut bayi secara berkala maka bayi akan merasa mudah gerah.

  1. Terjadinya Iritasi

Jika rambut bayi tidak dipotong secara berkala andapun bisa melihat cara agar rambut terlihat basah sepanjang hari, penumpukan lemak yang terjadi pada kulit kepala akan semakin bertambah. Seiring waktu, penumpukan lemak dapat menyumbat pori- pori di kepala sehingga pori- pori di permukaan kulit kepala tidak dapat berfungsi dengan baik. Pori- pori yang tersumbat inilah yang dapat menimbulkan iritasi berupa kemerahan dan gatal karena keringat sulit untuk keluar.

  1. Kulit Kepala Sulit Dibersihkan
Sponsors Link

Ketika memandikan bayi tentu saja semua bagian tubuh harus dibersihkan tak terkecuali bagian rambut. Membersihkan rambut pada bayi tidak sebatas pada bagian rambutnya saja tetapi juga kulit kepalanya. Terkadang jika anda membersihkan rambut bayi anda juga bisa membaca perpaduan warna cat rambut yang bagus wajib, ada sebagian dari kulit kepala yang tidak terjangkau sehingga penumpukan lemak pada kulit kepala tidak bersih. Agar kulit kepala tidak sulit dibersihkan, maka anda perlu memotong rambut bayi anda secara berkala.

  1. Menyebabkan Bisul

Iritasi yang terjadi akibat penumpukan lemak di kulit kepala bayi yang tidak dibersihkan juga dapat mengakibatkan bisul. Bisul ini merupakan salah satu tanda bahwa keringat di kulit kepala bayi tidak bisa dikeluarkan dengan baik. Selain itu bisul juga merupakan pertanda jika kulit kepala bayi terkena infeksi. Infeksi ini terjadi bukan hanya diakibatkan oleh keringat yang tersumbat tetapi juga pengaruh dari bakteri di sekitar kepala yang tidak dibersihkan.

Banyaknya efek rambut bayi tidak dipotong seperti di atas bisa anda cegah dan anda atasio dengan memotong serta membersihkan setiap saat rambut bayi anda. Lakukan pemotongan rambut secara berkala bisa setiap sebulan sekali jika pertumbuhan rambut cukup lebat hingga 3 bulan sekali jika pertumbuhan rambut bayi terbilang lambat.

, , ,




Oleh :
Kategori : Kesehatan Rambut